nv




                      menulis adalah untuk bernafas: merasakan kebebasan.
                      ketika menulis kita bersembunyi, bertutur dalam kesunyian.

23 June 2007

tentang

Filed under: NV-love, NV-lop


aku pulangmu yang disana hadir hati diri kamu
aku ragumu yang dikelilingnya terenda diri kamu
aku bintangmu yang bersaput cahaya diri kamu

kamu akumu dalam diri kamu

Pic is from here

19 June 2007

koma

Filed under: NV-love, NV-lop




telah diam aku kini


Pic is from here

7 May 2007

Menuju Penantian

Filed under: NV-lop



“Benar, ini jalan ke stasion kereta ?”
“ehm..iya. Ada tikungan tajam (kamu harus hati-hati) di depan. Sepuluh meter dari sinih ada jalan curam. Dekat dermaga, biasanya suka longsor (apalagi sekarang lagi hujan). Kamu tau, deket pesisir pantai nanti, banyak rimbunan pohon, waspada bajing-bajing luncat bertebaran.
ngomong-ngomong, kamu nunggu kereta jam berapa emang ?”
“Dia mau datang kesinih, tapi ga tau pemberangkatan jam berapa”
“Mestinya kamu tanya, tiket jam berapa. Emang arahnya dari mana ?”
“Ehm…belum tau, dia belum kasih kabar.Tapi di stasion itu dia akan datang”
“Menunggunya lama kali ..#$%&^#@* ”
“Engga lama kok, akunya aja yang belum tau kapan dia datang. Dan dia pasti datang kok”
“yawda…hati hati aja, siapin bekal. Dan sabar tentunya kan !”
“Oh iya, makasih”

Pic is from here

5 May 2007

tiada ujung

Filed under: NV-lop

Memilih untuk memilikimu. adalah keputusan terbahagia tiada ujung.
Karena bersama engkau sahaja. harapan akan berujud seindah kejadian.

1 May 2007

langitku

Filed under: NV-lop

ini langitku, dibawahnya ku tengadah; memandang suka dan durjanya
merasakan terik dan rintik. meski siapapun bisa berujar memiliki.takkan pernah kubagi

23 April 2007

Pataka

Filed under: NV-lop

aku tahu risiko yang hadir dikala pataka kupegang
bukan sekedar lelah pedih perih, tapi nyawa bentuk taruhannya
karena aku yakin nilai keberdiriannya adalah buat utuh dan terjaganya nyawanyawa
bukan semata aku tapi peruntukkannya adalah aku yang lain.
meskipun lunglai, tapi tidak boleh terlalai.
dan tekadku utuh sebagaimana prajuritprajurit luhur duludulu; yang masih menempat harga sebuah bakti diatas mati, sekalipun.
jikasaja tangan kananku lepas tertebas, tangan kirilah kemudian bertugas.
kala tangan kiri terampas, lengan-lengan inilah yang mesti memegang dan kemudian;
mulut, dada, seluruh raga, bergantian.
mestilah jika semua telah purna berpersembahan, dan raga ini bersimbahan.
jiwa membara tetap berharap. demi jiwajiwa, pataka ini kupersembahkan;
kibarkan, berdirikan, jangan kau siakan.
biarlah kusematkan utuh pataka ini dalam dada dalamdalam. menemani sepi sepi

vincent setyadi


    NV | cinta tanpa syarat

       cemburu adalah cinta.pokoknya begitu inginku kata itu terterjemahkan