terhadir dalam
menatap hasil scan tulisan telanjangmu.
senyum bersembari menikmati kenangan-kau-membilang :
‘tulisan kita kok sama mwhihihi, duwi juga membilang begitu’
aku rindu kamu
Pic is from here
menatap hasil scan tulisan telanjangmu.
senyum bersembari menikmati kenangan-kau-membilang :
‘tulisan kita kok sama mwhihihi, duwi juga membilang begitu’
aku rindu kamu
Pic is from here

Semesta yang kau sentuh,meneduh.
rata membagi ke setiap asa yang ada.
berkawal awan hitam bergumpal.
dihembus ke arah mana kau hendak berujar.
segala persentuhan mengalirkan pulasan rona ternoda.luruh.
membilas lembut perlahan perlahan.
titik jatuh serasa hujamtusukan,
merabapaksa sekujur raga bergeliat asa tersebar.
aaaah…tarikan nafas lepas terempas,
menguap bersama basuhan basah di wajah.
lurus tiada putus arahmu menembus.
Pic is from here
Tak Ada Kesedihan Tak Ada Kepedihan
Hanya Satu Kedamaian
Tak Ada Air Mata Tak Ada Yang Terluka
Hanya Satu Kebahagian
Saint Loco, Kedamaian
Lirik yang indah. Namun, kehidupan ini tentu lebih indah
Kehidupan ini. Tidaklah melulu datar, menerus turun. Ada malam yang menyelimuti, siang yang menerangi. Kemarau dan hujan bergantian. Demikian begini adanya.
Tentu tidak perlu kita benci atau makimaki, satu dari dua opsi yang kadangkala tidak bisa kita pilih. Karena inilah alur hidup dunia, yang tidak sesempurna kehendak asa.
Dimanapun sementara ini kita singgah, pelajaran dapat kita dulang dengan indah, Mestinya. Ketidakmapanan, sesungguhnya adalah keindahan.

“Onti, mobil Mamaku cantik yah !,
iyah kan…kalo mobil punya Papaku, ganteng”