kita mesti tetap memiliki sense of crises,
meski sesosok individu tiada luput dari krisis.
atas nama jiwa dan hati nurani,
aku berusaha kembali,
mesti tiada janji
Pic is from here
kita mesti tetap memiliki sense of crises,
meski sesosok individu tiada luput dari krisis.
atas nama jiwa dan hati nurani,
aku berusaha kembali,
mesti tiada janji
Pic is from here
Blogwalking ke rumah lama. sembari nostalgia. merasakan aroma randevo dengan jiwa yang entah kemana sekarang adanya. kangen banget. meski memang tiada waktu yang mundur. tapi tak mesti dicerca disaat nilai-nilai hidup kita raih kembali, meski dari kertas koran usang, bungkus gorengan kacang. sebuah pelarian. meski dengan sempurna saya lantangkan, sebuah penemuan diri kembali. yak…meski mungkin untuk detik ini.
Terbitkan lagi nada sumbangmu. Luapkan berjuta riak di benak. Tak usahlah ragu, takut dan hilang asa populis. Deraikan kearifan dalam ‘pandangan ketidakarifan semesta’ sekalipun.
Dirimu adalah suara jiwa, bukan celoteh, asumsi atau applaus berjuta penonton.
Berjalan dalam nilai yang kau kutatkan kuat. Jangan kau bunuh dan kau sakiti lagih rumput-rumput liar, ranummu. Kau takut ‘kamu sih !’ atau ‘kalau saja kamu, blablabla’ ?. Dengarkan, rasakan dan berilah nilai patut pada sejatimu. Buang semua alasan dan argumen yang bukan kamu
saya catat satu komen yang begitu biasa, namun begitu luarbiasa dari seseorang yang sangat luar biasa.
nananias said…
omongan orang patut didengar. siapa tau ada hal yang bagus yang bisa dipetik. well unless semua cuman jadi stumbling block, then you should stand guard for what you believe in. after all it is your life.
this one rocks babe!
November 17, 2006 8:21:00 PM WIT
saya bisa tersenyum. meski tidak patut lama lama. bagaimanapun harus beranjak. berpijak dalam perjalanan masa. dan untukmu,saya hanya bisa mengingatmu. mendoakanmu. semoga engkau selalu bahagia.merindukanmu selalu…

Lama memang, goresan pikirannya tiada kunjung hadir. Dan seperti merasa ketinggalan “karena postingnya pas banget ketika saya libur”, segera saya membaca rangkaian kata-kata di artikel terbarunya. Sudah ada dua orang yang memberikan respon. saya yang ketiga.
Jam 8.00. Waktunya berangkat ke Jakarta. Awalnya mau saya tulis I Have Been Waiting Here. Tapi mikir lagih, terlalu vulgar bahkan no***. Akhirnya meski merasa belum pas, saya pilih someone (biar agak tersamar). Someone Have Been Waiting Here. hihihihi.
Meninggalkan kantor.Setelah duduk dibelakang Pak Supir, masih saja ada perasaan yang tidak pas. Entah apa. Sampai saya buka Cliff. Membuka halaman yang membahas Some, Any dan Every. Perasaan malu muncul berombak-ombak. Tata Bahasanya salah.
Saya buka henpon cdma, memilih fasilitas browser. berharap masih ada kesempatan mengirim komen ralat sebelum keluar dari area Bandung. Name diisi sudah, begitu pula dengan Email Address, URL Address, Pilihan Yes atau No, Mengisi komen “And Someone Has Been Waiting Here”, Security Code, dan meng-klik Post Button. Dua kali dicoba. Namun sayang, keburu masuk wilayah Jakarta. Sedikit gelisah, saya yakin, mungkin dua orang rekanku tidak tahu sama sekali apa yang menjadi sebabnya. Yang pasti ingin rasanya segera membuka internet dan mengisi komen ralat.
Setelah urusan di Jakarta selesai. Jam 4 kembali ke Bandung. Menghampiri meja kerja; log in, membuka blog sebelah lagi, mengisi komen ralat, mencoba mengirim lagi ketika ada error message. Setelah di refresh, baru bisa masuk, tapi jadinya dua, bahkan tiga. Lho ?
Ternyata, sebelum ada komen ralat, ada peri baik hati yang memperbaiki kesalahan menggelikan dari komen bahasa Inggris saya. Akhirnya hanya berucap Terima kasih. Terima kasih yang banyak sekali.
Miss you… ehhh ? (heheh)
Pic is from here